Senin, 13 Maret 2017

Harapan dan doa

Ya Allah Berilah kami kekuatan untuk merajut segala hal dari setiap perjalanan waktu yang aku lalui diantara batu-batu Kerikil yang tajam karena Tanpamu segala apa yang aku jalankan maka akan tetap menjadi hamparan hamparan yang melenggang diantara tidak ada kepastian

Ya Allah dari setiap perjalanan Yang Berdebu kupijak dan dari setiap Jejak Jejak Langkah yang berbatu berikanlah kekuatan yang dapat merangkul jiwaku demi menuju ridhomu yang begitu aku harapkan pada setiap lembaran-lembaran waktu yang tersirat

Ya Allah aku hembuskan doa-doa yang bermaujud diantara kenangan-kenangan air mata yang melimpah, dari sudut-sudut mata yang senantiasa kuakhiri dengan nama-nama yang tersusun indah, bahkan sampai kini nama itu hadir bagaikan kunci-kunci langit yang sangat aku harapkan untuk membuka hatinya

Minggu, 05 Maret 2017

Segalanya kembali kepada allah

Apalah arti sebuah sholat kalau sudah kita jauh dari shalawat.
Apalah arti baca syahadat kalau kita sudah tak lagi mengikuti syariat
Apalah arti keimanan,kalau kita sudah lupa tentang kematian....
Dan apalah arti hidup,kalau kita hanya jalan lalu lelah tertidur

Lalu buat apa dunia buat apa dunia.....
Kalau dalam kematian sama sekali tidak membawa sarinya
Lalu buat apa martabat dan tahta,kalau dalam kematian sama sekali tidak di tanya
Lalu mana yang kita cintai dan yang kita sayangi
Jika dalam kematian hanya dalam kesendirian tanpa siapa....

Ya robbul izzati .........
Inna sholati wanusyuqi wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin

Segalanya milik allah

Apa yang kita banggakan di dunia ini
Hartakah atau penghargaan kita yang teranggap nomor satu dalam hidup.bagai pemenang piala tanpa tandingannya

Ketampanan atau kecantikankah .....?
Sedangkan dalam kubur sudah di tunggu tunggu kulit dan daging kita oleh pasukan ulat ulat yang memastikan untuk memakannya

Ya rob.....
Jagalah ruhku yang ada di hati ini,biarkan dia tenang di dalamnya menyebut namamu

Dan kuatkan pula ruh yang ada di dada ini
Supaya alami terus menerus dalam semangat keinginan untuk tunduk di bawahmu

Serta kuatkanlah ruh yang ada di antara gumpalan darah dan tulang belulang di jiwa ini
Supaya tetap mampu bergerak dan melangkah menuju ridhomu

Ya allah kepasrahan segalanya kepadamu
dari segala apa yang ada di tubuh ini

Rabu, 01 Maret 2017

Aksara kecil

Di sebuah cerita yang di gumamkan sepi pada rumput.
Desir angin bersajak pasti pada pohon.
Tentang sebuah karang di antara lautan yang berombak.....
Sepertinya cerita itu tentang sebuah rasa yang sejuk ,memastikan mimpi yang hilang di telan malam.
Pohon termangu dan menunduk ,tak terasa daunnya jatuh berceceran di antara batu batu yang memanas,dan mataharipun tak menghiraukan,lalu membakar daun itu.

Ketika angin membawanya semut semut tertimpa olehnya,dan diantara daun itu seperti sebuah aksara yang tak jelas namun dapat di pastikan sebuah sulaman kata iya atau tidak...

Untuk anakku

Pesan dari aba:
Nak barang kali engkau saat ini,aku engkau anggap mati dalam hidup,karena aku selalu ada bersamamu dan selalu menemanimu.

Nak jika nanti aba sudah jauh tak pernah berjabat karena lelap dalam tidur panjangku,bahkan gurauan suarakupun tak dapat kau dengar dengan jelas,dan hanya angin saja yang mendesau.
Dan suara tepuk tanganku tak lagi jelas engkau dengarkan seperti saat ini.

Bangunkanlah aku barangkali tak begitu payah dengan tidurku
Dan jika masih belum aku terjaga usapkanlah kepalaku dengan air yang dingin bak embun ketika jatuh saat pagi dari langit.
Atau dengan sebuah kalimat kalimat yang biasa engkau sebutkan padaku.
Pasti aku akan terbangun dan menemanimu kembali.walau sesudah tidar tak seperti sedia kala.

Nak:jangan kau bangunkan dalam tiduran dengan kau membuka jendela,lalu matahari menyengat pada tubuhku,dan jangan kau siramkan air panas yang mendidih hingga mengelupas setiap kulit hingga mengelupas dan tulang tulangpun seperti tumbuhan yang baru tertanam.
Atau engkau bangunkan dengan bara api yang kau sumut dari sebatang korek kayu hingga membakar.

Meski aku terbangun, pasti kan memarahimu,hingga aku lupa dan takkan menganggapmu sebagai sesosok keluarga yang ada.
Aku membencimu.dan kau harus bayar semua apa yang telah engkau ambil dari setiap tetes keringat tubuhku