Kamis, 15 Agustus 2013

Penantian

Ada yang indah ketika sore menyapa
 Saat cahaya menerobos celah dedaunan
yang melambay lambay di atas ranting

Betapa senangnya alam berbagi kasih

mengenang seribu kenangan silam
yang pernah mengukir langit 
hingga menyirat bait bait cinta

 Betapa lembut hembusan angin
yang menyapa jiwa walau terasa luka
mengenang sebuah cerotan cinta
yang gugur di tengah pelataran jiwa
lalu jatuhkan deras air mata langit 

Walau semuanya sudah terpetik
 namun daun daun rinduku masih indah
 tersaji dalam bejana kasih
yang mematang poenuh harap
akan sejuta cintamu yang mereka



Aku tenggelam dalam rindu

Setangkai rinduku merekah
 berkelopak dan wewangi di langit hati
 harumnya tercium di udara jiwa
 menyapa sore dengan senyum ceria cinta

Sepoi angin bergelayut diranting cemara
 lembutnya berjuta pesona cinta
yang mewarnai ketika senja nan tiba
 dengan sejuta embun mengecup jiwa

 nada rinduku berdenting dan bernyanyi
 menciptakan puisi serta lagu syahdu
untukmu yang masih ku rindu



Pada telaga telaga hatimu aku tenggelam
dengan bait bait sajak kerinduan
 yang sangat mendalam

Harapan Cinta di ambang Sore

Seikat Pelangi Di Matamu
bersinar indah membiru
penuh cinta dan kepastian yang nyata

 aku memandang lembut wajahmu
yang manis mengukir waktuku
hingga ku takmampu tuk menghapusnya
 lalu ku baca  gurat indah di matamu
 dan kufsirkan bahasa kata tak terucap.

Di bawah senja yang sore
  pematang bibirmu basahi

 ribuan kata yang tertutup awan
 menggenggam berjuta bulir rindu
pada pucuk pucuk  daun
yang membiru di taman langit


Di atas ranting bunga yang basah
 aku hanyut dengan senyum manismu
penuh kesetiaan yang mematang
pada hati dan jiwa yang membiru

Sore ini
Masih adakah pelangi di kelopak matamu
 yang bercahaya terurai penuh bait puisi
lalu bercucuran di sudut sudut langit
 dan melukiskan berjuta kata cinta







Rabu, 14 Agustus 2013

Sunyiku manyapa


Malang melintang dalam pekatnya malam gelap
sunyi tiada seruan angin menyaup pepohonan
jadikan gelap di hamparan langit yang pekat
lalu jadikan lelap setiap mata yang memandang

 Daun daun rindu tertunduk lelah dengan dingin

hingga bening suci air jatuh di tanah kosong

Kuratap dan ku sapa malam ini
walau tiada yang mengerti
bersama seruling cangkrik yang menetapkan diri
di balik bongkahn batu yang kaku

Tangisan Malamku


Sepiku bertabur kerinduan yang tak pasti
meniti jalan setapak dalam sebuah kehampaan
penuh tangisan deras air mata subuh
sesaat malam gelap menatap kesunyian

 Rajutku melayang bersama gugusan malam

yang melintang mengampar di langit pekat
lalu torehkan nyanyian kesal dengan lagu luka
yang melantang dan nyangkut di angkasa jiwa



Angin malam dengan seribu lembar dedaunan
melayang tak tersampaikan dengan derunya
tetesan hujan subuh dari kedua kelopak mataku
sedih,pilu,hampa,menapaki hati dan jiwaku